Menurut Asisten Manajer Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Sendya Ibanez, pengurasan rutin ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan air yang disalurkan kepada pelanggan tetap memenuhi standar kualitas yang tinggi. Proses pengurasan bak sendimentasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas air yang diterima oleh masyarakat.
"Pengurasan membutuhkan waktu mulai dari pagi sampai sore. Biasanya selesai pada siang hari. Ini adalah langkah rutin untuk menjaga kualitas air dan telah dilakukan setiap tiga bulan sekali," ungkap Sendya, Minggu (21/4/2024).
Walaupun pengurasan berlangsung, pihak Perumdam Tirta Kencana memastikan bahwa tidak akan terjadi terhenti total. Namun, debit air mungkin akan berkurang sementara. Rumah-rumah yang berada di ketinggian tertentu, seperti lantai dua atau di daerah pegunungan, kemungkinan akan mengalami pemadaman total.
"Masyarakat di daerah terdampak diimbau untuk menampung air sehari sebelum dilakukan pengurasan. Meskipun tidak ada pemadaman total, debit air akan berkurang, dan rumah di lokasi tertentu mungkin akan mengalami pemadaman total," jelas Sendya.
Perumdam Tirta Kencana berkomitmen untuk menjaga kualitas air secara berkelanjutan. Pengurasan dilakukan sebagai respons terhadap kondisi filter yang mulai kotor atau adanya peningkatan kadar lumpur di dalam air. Setelah proses pengurasan selesai, air di IPA Tirta Kencana diharapkan dapat mengalir seperti semula dengan kecepatan yang sama.
Beberapa wilayah yang diperkirakan akan terdampak antara lain Kelurahan Jawa, Sidodadi, Dadi Mulya, Bugis, Pasar Pagi, Pelabuhan, Karang Mumus, Sungai Pinang Dalam, Sungai Pinang Luar, Pelita, Sidomulyo, Sido Damai dan sekitarnya. Dengan adanya kegiatan itu, Perumdam Tirta Kencana mengimbau masyarakat yang berada di wilayah tersebut untuk mempersiapkan penampungan air sebelum proses pengurasan dilakukan.
Editor: Maruly Z