Guna memastikan keamanan orang nomor satu di Indonesia itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli dan Dandim 0901 Samarinda Letkol Inf Yusuf Dost Dandra, ikut mendampingi Kapolda Kaltim, Irjen Pol Nanang Avianto serta Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo melakukan pengecekan lokasi yang akan dikunjungi Jokowi tersebut pada Selasa (27/2/2024) hari ini.
"Saya bersama Dandim, mendampingi Kapolda dan Pangdam, untuk mengecek lokasi yang akan dikunjungi oleh pak presiden, setelah tadi kami melakukan rapat koordinasi di Kantor Gubernur," kata Kapolresta Samarinda saat dikonfirmasi Selasa (27/2/2024) hari ini.
Seperti diketahui Terminal Bus Tipe A AKAP Samarinda Seberang tersebut langsung di bawah Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Trans Darat (BPTD) Wilayah XVII Kaltimtara di Balikpapan.
Untuk proses pengerjaan terminal sendiri dimulai pada Januari 2021 dan telah selesai pada Desember 2022 lalu, tetapi baru dioperasikan pada Februari 2023.
Awak media ini mencoba mengkonfirmasi Anggota Dewan DPR RI Dapil Kaltim, H Irwan yang dalam resesnya 2020 silam langsung mengajukan revitalisasi terkait Terminal Bus Tipe A AKAP Samarinda Seberang.
Ia mengaku revitalisasi tersebut harus dilakukan lantaran terminal bus tak layak untuk pelayanan AKAP, sehingga "Jadi saya reses itu membawa orang balai, untuk mengusulakan supaya dilakukan revitalisasi, karena untuk terminal yang menghubungkan antar provinsi jelas tidak layak," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (27/2/2024) hari ini.
"Dan kondisinya saya lihat tidak manusiawi untuk penumpang, termasuk pelayanan administrasi para pemilik transportasi serta standar keamanannya. Makanya, saya minta direvitalisasi terminalnya supaya layak untuk standar AKAP, harapannya manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," sambungnya.
Ia pun menerangkan bahwa memang dalam revitalisasi terminal tersebut dua kali dianggarkan, lantaran ada perubahan perencanaan pembangunan.
"Jadi dia awal itu ternyata ada perubahan rencana yang ada, kemungkinan gara-gara perencanaan teknisnya, serta ada kekeliruan, makanya berubah," sebutnya.
Termasuk dengan desain bangunan yang awalnya lantai empat menjadi lantai tiga. "Mungkin penyebabnya ya struktur tanah serta faktor lingkungan sekitar," pungkasnya.
Editor: Maruly Z