Akbar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sejauh 100 meter dari awal titik tenggelam dengan kondisi pucat dan mulai membengkak.
Pasca ditemukan, tim SAR yang berada di lokasi pun langsung melakukan evakuasi jasad almahrum dari sungai dan membawa ke posko pencarian.
Hal ini diungkapkan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Polairud Kompol Izdiharuddin Faris saat dikonfirmasi hari ini.
"Ditemukan tim SAR gabungan tadi pagi dan langsung dievakuasi ke rumah duka di Jalan Sultan Alimudin, Sambutan," ujar Faris.
Orangtua almarhum tidak berkenan untuk dilakukan visum di rumah sakit.
"Mereka tidak mau anaknya divisum dan langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan tapi kami meminta mereka membuat surat pernyataan menerima dan tidak berkenan divisum," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Akbar tenggelam di Sungai Mahakam, saat berenang bersama dengan tiga temannya, Sabtu (10/2/2024) lalu sekitar pukul 14.30 WITA di Jalan Sungai Kapih RT.06 Kelurahan Sungai Kapih Kecamatan Sambutan. Saat itu almarhum bersama temannya hendak berenang dan saat di sungai ternyata Akbar tak muncul ke permukaan.
Editor Aspian Nur