Relawan Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Parkiran Tempat Karaoke di Samarinda, Polisi Selidiki Penyebab Kematian dan Lebam di Kelopak Mata
2 menit baca1.492 kali dibaca

2 menit baca1.492 kali dibaca

Penulis: Nancy
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Seorang relawan bernama Rahmadani (40) ditemukan tak sadarkan diri di area parkir salah satu tempat karaoke di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, pada Sabtu (10/2/2024) kemarin. Namun, belum diketahui pasti penyebab relawan tersebut hilang kesadaran.
Korankaltim.com mencoba mencari informasi bagaimana awal kronologis kejadian relawan tersebut ditemukan tergelatak di depan area parkir tempat karaoke hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat dan menghembuskan napas terakhir saat dibawa ke rumahnya di Jalan AM Sangaji, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang.
Menurut salah seorang relawan Samarinda H Udi, pada Sabtu (10/2/2024) itu Rahmadani datang ke tempat karaoke dan mengkonsumsi minuman keras.
"Ternyata di situ mungkin dia banyak tagihan sekitar sejutaan lebih, kemudian istrinya dihubungi oleh pihak sana dan membayar tagihan itu, setelah itu dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan di sana, kalau tidak salah itu sore dia dibawa," tuturnya saat dikonfirmasi melalui ponselnya Minggu (11/2/2024) hari ini.
Kemudian malam harinya ia mendapatkan kabar bahwa rekan seprofesinya itu meninggal dunia dan dia pun pergi ke rumah sakit. "Saya ke sana (rumah sakit) ternyata tidak meninggal, dia masih sadar, tetapi ngomongnya itu tidak jelas, karena merasa tidak apa-apa, dia minta pulang ke rumah. Dan hari ini, pagi sekitar pukul 08.30 WITA meninggal dunia," terangnya.
Disinggung soal adanya lebam di dua kelopak matanya tersebut, ia menduga itu ada pendarahan di dalam. Tetapi, kalau dari rekaman CCTV di area parkir karaoke tersebut, memang tampak almarhum tersebut melucuti seluruh pakaiannya.
"Itu dia lepas sendiri pakaiannya, tetapi tidak kelihatan di situ lebamnya, karena kan jauh, kalau CCTV di dalam tidak dikasih," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Pinang AKP Rahmat Aribowo mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Kami masih dilakukan pendalaman, dengan melakukan pemeriksaan di TKP," katanya Minggu (11/2/2023) hari ini.
Disinggung soal adanya lebam di wajah almarhum tersebut pihaknya masih enggan untuk membeberkan hal tersebut. "Masih dalam penyelidikan, kalau dibilang jatuh kan belum tahu benar atau tidak. Untuk dugaan dikeroyok belum ada, dan pastinya masih menunggu hasil visum," pungkasnya.
Editor: Maruly Z







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG