Merespons hal tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta pada seluruh penyelenggara acara apapun untuk bisa melakukan pengecekkan sebelum memberikan makanan kepada peserta.
Apalagi pada musim pemilu ini, banyak acara-acara diselenggarakan hingga satu bulan kedepan baik pada pra pemungutan suara maupun pasca perhitungan suara.
“Soal makanan benar-benar dicek, apalagi saya dengar kejadian baru terungkap beberapa hari kemudian,” ujar pria yang akrab disapa AH itu, Senin (29/1/2024).
Poses identifikasi dan penyidikan saat ini sepenuhnya diserahkan kepada pada pihak kepolisian.
“Mudah-mudahan ini jadi pelajaran buat semua dan doakan yang mengalami sakit bisa sembuh,” paparnya.
AH juga meminta selanjutnya baik KPPS, termasuk juga Komisi Pemilihan Umum (KPU) bisa melangsungkan pengecekkan lebih detail diantaranya dengan melakukan koordinasi ke 10 kecamatan yang ada.
Diketahui ada dua sumber makanan tersebut yang tak diungkapnya. Dia berharap polisi bisa menyelidiki masalah ini, supaya tidak terjadi masalah yang sama lagi.
“KPU bisa berkoordinasi dengan kecamatan, kelurahan, supaya bisa menghindari hal-hal seperti ini. Kasihan warganya, dan masyarakat yang, seandainya ada sampel makanannya, maka akan dengan mudah kita ketahui penyebabnya,” ucap AH.
Ditanya terkait rencana penjengukan anggota KPPS yang masih menjalani perawatan AH tak memberi kepastian, namun berjanji akan tetap memberikan perhatian lebih.
“Yang pasti pemerintah menaruh perhatian yang sangat tinggi, cuman ini pelajaran agar baik itu pimpinan pelaksana pemilu seperi KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa lebih detail lagi terkait sumber makanan,” tegasnya.
Editor Aspian Nur