Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I A Samarinda Capt Ridha saat dikonfirmasi Korankaltim.com siang tadi menjelaskan, mereka sudah mendapatkan informasi terkait LCT yang tenggelam tersebut. "Anggota kami baru menuju ke TKP, lokasinya cukup jauh, jadi memakan waktu," ujar Ridha.
LCT tersebut berlayar dari Balikpapan menuju Muara Berau dan KSOP belum mengetahui pasti apa penyebab insiden tersebut. "Kami masih koordinasi, karena bukan kami yang berangkatkan, jadi kapalnya itu dari Balikpapan, tetapi kejadiannya masuk di wilayah kami," tuturnya. "Kemungkinan ada kerusakan atau apa, kami juga kurang tahu, karena itu sudah masuk ke laut lepas," sambungnya.
Untuk informasi selanjutnya pihaknya masih akan menunggu laporan dari pihak anggota KSOP Samarinda yang ke TKP. "Kami masih akan menunggu laporan dari anggota yang ke TKP," tutup Ridha.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, jumlah kru kapal LCT Karya Fortuna ada 11 orang, lima orang berhasil diselamatkan oleh KM Seikomaru, sedangkan enam lainnya diselamatkan Speedboat Airud yang dekat dengan lokasi dan satu kru lagi diinformasikan meninggal dunia.
Dari informasi yang beredar juga menyebutkan insiden kapal yang karam itu disebabkan karena kapal diduga mengalami kebocoran sehingga nahkoda kapal mengambil keputusan untuk kembali menuju Samarinda, tetapi kapar sudah terlanjur karam.
Editor: Aspian Nur