“Tadi malam curah hujannya sangat deras, ditambah lagi jebolnya tanggul di daerah Talang Sari juga membawa genangan air dan lumpur di pemukiman warga yang ada di RT 18 dan 19 Lubuk Sawah, Mugirejo,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Suwarso, Minggu (17/12/2023).
Akibat musibah tersebut, sejumlah lahan pertanian milik warga setempat juga sempat terendam, dan bahkan berdasarkan pengakuan warga, luasan lahan yang terendam mencapai 2 hektare. Selain itu, ada 224 rumah warga juga mengalami hal yang sama terendam banjir.
Ia menduga jebolnya tanggul dengan lebar 5 meter tersebut lantaran tidak kuat menahan debit air yang terus mengalir deras, ditambah curah hujan tinggi, serta adanya aktivitas pekerjaan tambang disekitar lokasi tersebut.
“Tambang ini walaupun sudah beberapa bulan tidak aktif tapi disposalnya menutup sebagian resapan air. Sehingga aliran air mengarah kepada folder Talang Sari, inikan akhirnya menambah beban kekuatan dari tanggul tersebut,” jelasnya.
Terkait kondisi 4 bangunan yang terdampak longsor jelasnya masih bisa digunakan, karena longsor hanya mengenai bagian rumah seperti dapur dan teras. Pihaknya juga sudah memberikan bantuan 3 terpal di lokasi longsor tersebut yang bisa digunakan sementara untuk melindungi bagian rumah dari hujan susulan.
Rencananya, pada Senin (18/12/2023) besok, pihaknya akan melakukan rapat kajian bersama Wali Kota Samarinda terkait kejadian tersebut sekaligus menyalurkan stimulan bahan bangunan.
Editor: Maruly Zainuddin