“Kita masih susun formulasinya seperti apa. Apakah bantuan langsung tunai, atau pangan yang sifatnya non tunai melalui warung kube,” kata Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Samarinda, Isfihani pada korankaltim.com, Minggu (3/12/2023).
Dia mengatakan, pemberian bansos untuk keluarga miskin ekstrem ini sudah berlangsung sejak 2023 dan akan diteruskan pada 2024 mendatang. Pemberian bantuan untuk 1.400 KK warga miskin ekstrem ini juga merupakan upaya Pemkot Samarinda mewujudkan zero kasus miskin ekstrem pada 2024 sesuai instrukti Presiden RI. “Untuk tahun 2024 nanti pemberian bantuan itu selama 10 bulan, dan akan kita berikan melalui warung kube. Jadi mulai Januari sampai dengan Oktober 2024,” bebernya.
Dengan adanya program ini, artinya Dinsos PM Samarinda tidak lagi menyusun pemberian bansos untuk masyarakat miskin esktrem pada APBD Perubahan 2024, sebab sudah dicover di APBD murni.
Isifihani berharap program ini bisa meringankan sedikit beban masyarakat miskin ekstrem yang ada di Kota Samarinda. “Kita berikan ke mereka, semoga saja bisa mengurangi beban pengeluaran mereka selama 10 bulan lamanya. Mereka bisa alihkan uang mereka ke yang lain,” pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin