Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) BKSDA Kalimantan Timur Dheny Mardiono kepada Korankaltim.com Kamis (9/11/2023) hari ini menjelaskan mereka akan melepasliarkan 4 orang utan yang terdiri dari 2 jantan dan 2 betina. "Keempat orang utan tersebut berasal dari BKSDA dan telah direhabilitasi dengan bekerjasama bersama yayasan BOSF (Borneo Orangutan Survival Foundation)," kata Dheny.
Untuk proses waktu pengantaran empat orang utan tersebut tim telah menyiapkan 3 mobil bak terbuka serta beberapa keperluan guna kebutuhan orang utan selama di perjalanan.
"Perjalanannya yang ditempuh dari Samarinda ke Muara Wahau sekitar 12 jam, nanti setiap 2 jam sekali tim akan berhenti guna memastikan keadaan orang utan tersebut," jelas Dheny lagi.
Pemberhentian dilakukan untuk mengecek apakah orang utan dalam kondisi lapar atau haus serta memindah posisi mereka. "Intinya tim akan memperhatikan keadaan orang utan agar tidak stres selama di perjalanan," ucapnya.
Setelah sampai di Muara Wahau, keempat orang utan itu akan diangkut menggunakan helikopter ke titik lokasi konservasi.
Editor: Aspian Nur