Seperti yang disampaikan oleh Kepala ESDM Kaltim, Munawwar, bahwa dalam pemenuhan kebutuhan listrik tersebut pihaknya fokus ke beberapa kawasan yang memang belum tersentuh dari pelayanan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
"Kita menyelesaikan dari beberapa desa yang belum sama sekali terjangkau oleh PLN, kalau sekarang ini peningkatan PLN sudah mencanangkan jaringan, berarti ESDM tidak akan sentuh nanti," ucap Munawwar, Kamis (28/9/2023).
Dirinya mengungkapkan, secara kapasitas memang berbeda suplai listrik yang disediakan oleh PLN dan Dinas ESDM. "Seperti PLTS di daerah Mului, Kabupaten Paser, Kilowatt peak (KwP) hanya mampu mengaliri sekitar 500 sambungan, karena ini juga dilihat faktor banyaknya masyarakat di sana," ujarnya.
Dalam pemasangan listrik melalui PLTS juga perlu dilihat dari kapasitas jumlah rumah dan lainnya yang bisa tersambung pada saat PLTS dibangun. "Untuk data terakhir desa yang belum teraliri listrik ada sekitar 150-an desa, kan ada 1.038 desa di Kaltim dan sekitar 500 sampai 600 desa sudah teraliri listrik dari PLN," jelasnya.
Lebih Munawwar mengungkapkan, bahwa saat ini juga sudah ada pemasangan gardu induk Kalteng, Kalsel, Kaltim, yang turut membantu persediaan listrik untuk beberapa desa di Kaltim.
Editor: Maruly Zainuddin