Untuk tahap awal ada sekitar 13 bendungan yang lolos ke tahap selanjutnya.
“Lomba tersebut fokus pada masalah pengelolaan kelembagaan bendungan, mulai dari kepala UPB sampai ke petugas-petugas di lapangan, apakah pengelolaan sudah bagus atau masih ada yang perlu ditingkatkan lagi dengan diadakan pelatihan kedepan,” kata Fatur.
Penilaian dalam lomba tersebut fokus pada pengelolaan oleh petugas di lapangan, apakah dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Jadi penilaian juri itu mengacu pada kualitas pengelolaan dan pelaksanaan petugas di bendungannya, dan di titik beratkan pada penguasaan SOP yang sudah ditetapkan,” sebutnya.
Dalam hasil penilaian, pengelolaan Bendungan Samboja berada di posisi empat besar dari 54 bendungan yang dilakukan penilaian.
Tapi kami masih menunggu hasil penilaian oleh tim juri di tahap selanjutnya untuk penilai tahap akhir,” paparnya.
Sebagai informasi, empat bendungan yang mendapatkan nilai teratas di antaranya adalah dua bendungan di Sumatera tepatnya di Provinsi Aceh dan Batam, kemudian dua bendungan di Kalimantan tepatnya Bendungan Tapin di Kalsel, serta Samboja di Kaltim.
Editor Aspian Nur