Ketua PC PMII Samarinda Ahmad Naelul Abrori mengatakan, mereka merasa perlu melakukan advokasi mengawal hak-hak rakyat yang tertindas.
"Kami menyampaikan tuntutan yakni mendesak PT Pertamina Patra Niaga regional Kalimantan khususnya pada rayon II Samarinda dan Kukar untuk melakukan evaluasi dan melakukan control dalam mendistribusian tabung gas bersubsidi agar tepat sasaran," kata Abrori kepada Korankaltim.com disela aksi demo tersebut.
Saat ini Kota Tepian mengalami fenomena kelangkaan tabung gas bersubsidi yang dirasakan oleh masyarakat langsung karena sulitnya mendapatkan pendistribusian.
"Kelangkaan ini terjadi sejak Mei bulan lalu sampai saat ini. Kami menduga distribusi yang tidak tepat sasaran yang dilakukan serta kelalaian dalam pengawalan yang dilakukan oleh pihak PT Pertamina Parta Niaga khususnya pada regional Kalimantan di wilayah Samarinda jadi penyebabnya," sebut Abrori.
Sejak Januari hingga Mei lalu Pertamina sudah menyalurkan tabung gas elpiji tiga kilogram sebanyak empat juta tabung dari kuota subsidi sebanyak 8 juta tabung dan over kuota 8 persen di Kota Samarinda.
Disisi lain Ditjen migas menerapkan aturan tidak boleh ada pendistribusian saat tanggal merah, sehingga pemasokan distribusi sampai ke tingkat bawah pun terlambat.
Fenomena ini didukung pula dengan dugaan permainan para distributor terlihat saat lonjakan harga yang naik dengan signifikan.
"Atas dasar perihal tersebutlah fungsi pengawasan yang dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga harus diperketat dan control yang dilakukan bisa lebih objektif dalam pendistribusiannya," tegas Abrori.
Kebijakan pemberhentian pendistribusian di hari libur atau tanggal merah merah pun sangat tidak efektif untuk diterapkan saat ini apalagi sudah mendekati Hari Raya Iduladha 1444 Hijriyah.
PC PMII Samarinda juga meminta untuk menindak tegas oknum distributor yang bermain dan melakukan kecurangan serta meminta PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan untuk mengajukan penambahan kuota bersubsidi di Kalimantan Timur.
Editor: Aspian Nur