Kepala Dinsos PM Kota Samarinda, Isfihani mengatakan saat ini mereka masih melakukan verifikasi faktual (verval) miskin ekstrem di Kota Tepian. “Alhamdulillah saat ini sudah selesai, tinggal dirapatkan dan dirapikan,” ujar Isfihani.
Hal ini dilakukan sesuai arahan dari Wali Kota Samarinda Andi Harun agar Samarinda memiliki satu data kemiskinan. Dinsos PM juga telah melakukan verfal Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Untuk saat ini yang telah selesai kami data adalah masyarakat miskin ekstrem. Sedangkan untuk 44 ribu warga miskin belum kita data,” tuturnya.
Data masyarakat miskin ekstrem diprioritaskan, karena menjadi target pemerintah pusat untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem pada tahun 2024.
Verval sendiri diakui Isfihani tidak gampang. Dalam sehari saja, hanya mampu mendata sekitar 10 Kartu Keluarga (KK).
“Bayangkan semisal 9 ribu jumlah warga miskin ekstrem dibagi dengan 10 KK, maka untuk menyelesaikan perlu waktu sekitar tujuh tahun,” papar Isfihani.
Namun dengan kerja sama dari berbagai pihak, dalam waktu satu bulan setengah, verval tersebut dapat terselesaikan. Nanti setelah verval selesai, pihaknya akan mencocokkan data di DTKS dengan data yang miskin ekstrem.
Isfi berharap, dengan adanya data tersebut, kondisi masyarakat miskin ekstrem dapat ditangani hingga ke tingkat RT dan kelurahan. (*/kk)
Editor: Aspian Nur