Hal ini, disampaikan Andi Harun, dalam sesi wawancara khusus bersama jurnalis senior Desi Anwar, pada program Insight with Desi Anwar, Sabtu (29/4/2023) malam.
Jurnalis senior itu tampak penasaran dengan rencana Pemkot Samarinda, membangun tunnel alias terowongan.
Andi, membeber bahwa terowongan ini merupakan salah satu program Pemkot Samarinda dalam mengurangi kemacetan lalulintas.
Pertimbangan lain yang disampaikan Andi Harun adalah mengenai keunikannya. "Unik, karena ini akan jadi yang pertama dibangun oleh pemerintah daerah. Di Bandung ada jalan terowongan, tapi dibangun oleh APBN, begitu pula di Aceh, APBN," papar Andi.
Secara rinci, Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur (Kaltim) itu membeber kemacetan luar biasa yang terjadi di kawasan Jalan Otto Iskandar Dinata mendesak untuk mendapat solusi.
"Solusinya, kita harus punya alternatif jalan," ungkap Andi Harun.
Dalam proses pengkajian, lanjut Andi ditemukan fakta bahwa ada setidaknya 2 solusi yang bisa diambil. Yakni, pembangunan jalan layang atau flyover, dan tunnel alias terowongan.
Hasil perhitungan yang dilakukan, kata Andi. Pembangunan jalan layang, relatif lebih mahal, sementara terowongan lebih murah.
"Jalan layang perlu anggaran Rp700 miliar, sementara terowongan hanya Rp400 miliar saja" beber Andi Harun.
Selain soal jumlah kebutuhan dana.
Editor: Rusdianto