Tindakan survei ulang ini buntut dari naiknya angka prevalensi stunting di Kaltim sebesar 1,1 persen berdasarkan hasil survei status gizi Indinesia (SSGI) tahun 2022 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Februari 2023 lalu.
Isran mengaku kurang puas terhadap hasil SSGI karenanya akan melakukan survei ulang. "Kita akan buat tim untuk survei ulang kerja sama dengan Unmul," kata Isran, Senin (27/3/2023).
Ia mengatakan survei ulang kelak akan menggunakan metodologi sama seperti yang digunakan oleh SSGI. "Data-data nanti by name by address," sebutnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Jaya Mualimin menyebutkan prevalensi stunting di Kaltim tahun 2022 naik sebesar 1,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Yaitu pada 2021 sebesar 22,8 persen menjadi 23,9 persen.
Jaya menegaskan, rencana untuk melakukan survei ulang ini bukan berarti menandakan ketidakpercayaan terhadap hasil SSGI. Hanya saja, demi menguatkan dan meyakinkan terhadap hasil yang ada.
"Kita bukan untuk jadikan pembanding. Tapi kita hanya untuk menguatkan saja, makanya kita akan lakukan penelitian melibatkan Unmul dengan metode yang sama," terangnya.
Editor: Rusdianto