Jasad bocah bernama Riski (11) tersebut, ditemukan saat tim SAR gabunhan melakukan penyisiran hingga ke kawasan Palaran, dengan jarak dari titik tenggelam sekitar 800 meter.
Menurut keterangan salah satu relawan, Lutfi mengatakan bahwa saat itu ia bersama dengan tim melakukan penyisiran hingga ke kawasan Palaran.
"Kami temukan saat balik dari penyisiran di kawasan Palaran, kemudian melihat jasad mengambang pas di dekat pilar jembatan yang tengah, posisinya tertelungkup," ungkapnya saat ditemui di lokasi kejadian hari ini.
Saat hendak mengevakuasi jasad bocah tersebut, tiba-tiba mesin ruber boat mati dan bertepatan dengan KM Prince Soya yang hendak berlayar.
"Iya sempat kehabisan bensin dan ada KM Prince Soya, kan posisi kami pas ditengah. Sempat panik juga, jadi sambil kami isi bensin, kemudian langsung kami bawa ke pinggir dekat Intake PDAM, baru evakuasi disitu, kemudian dibawa ke posko pencarian," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, pada Jumat (24/3/2023) sekitar pukul 16.30 WITA Riski bersama dengan lima rekan lainnya berenang di sungai kawasan Jalan Pattimura, RT.16, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang.
Tetapi, saat hendak ke tepi sungai, tiba-tiba korban meminta tolong dan sempat ditarik oleh kedua rekannya, tetapi karena tak mampu akhirnya terlepas. Kemudian, rekannya meminta tolong warga sekitar, saat kembali korban sudah menghilang.
Editor: Rusdianto