Sebuah mobil dump truk (DT) milik sub kontraktor PT Sinar Kumala Naga (SKN) adu banteng, menabrak bagian depan truk di tepi jalan hauling tersebut yang membuat sopir DT bernama Ayub Laitu, berusia 25 tahun, meregang nyawa.
Informasi yang diperoleh media ini dari lokasi kejadian, saat itu mobil DT yang dikendarai Ayub datang dari arah berlawanan dan truk yang dari arah depan menepi ke sisi kanan, namun diduga menyetir dalam kondisi mengantuk, mobil DT yang mengangkut batu bara tersebut keluar jalur dan langsung menghantam bagian depan truk yang menepi tersebut. Kondisi depan kedua truk rusak berat dan Ayub terhimpit diantara truk tersebut.
Dikonfirmasi Korankaltim.com terkait insiden ini, Kapolsek Anggana AKP Andy Wahyudi mereka mendapat laporan kejadian jam sembilan pagi. "Kami langsung ke lokasi begitu menerima laporan dan sopir dievakuasi ke Rumah Sakit AWS (Abdoel Wahab Sjahranie) di Samarinda untuk divisum," kata Andy sore tadi.
Polisi masih berkoordinasi dengan keluarga almarhum Ayub Laitu yang merupakan warga Rawa Makmur, Palaran.
"Sementara kami masih menunggu koordinasi pihak keluarga kemana almarhum akan dibawa. Pemeriksaan saksi belum kami lakukan karena ini masih fokus dengan almarhum setelah selesai baru kami mintai keterangan orang yang ada di lokasi kejadian," sebutnya.
Mengenai penyebab kecelakaan maut di jalur hauling itu, dari informasi yang diterimanya diduga almarhum mengantuk hingga keluar jalur. "Dugaannya sementara, sopir yang meninggal dunia itu mengantuk," pungkasnya.
Adi, teman almarhum secara terpisah mengatakan dirinya mendapatkan informasi kecelakaan sekitar pukul 06.00 WITA. "Kemungkinan kejadiannya subuh tadi, saya juga tidak gak tahu pasti karena begitu dapat kabar saya langsung datang ke rumah sakit," ujar Aadi saat ditemui di kamar jenazah RSUD AWS.
Almarhum Ayub Litu dijelaskan Adi sudah cukup lama bekerja di perusahaan pertambangan tersebut. "Waktu saya masuk kerja dia sudah kerja duluan. Saya kerja baru sekitar setahun," ucap Adi lagi.
Adi yang jadi admin di PT SKN mengaku dekat dengan almarhum. "Saya satu mes dengan dia, kalau ada cuti baru kami pulang," tutup Adi.
Editor: Aspian Nur