Terkait hal itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul ulama (PCNU) Samarinda KH Ashari Hasan menegaskan perilaku Paludan tentunya telah menyakiti hati umat muslim di Indonesia. "Saya kira perbuatan itu layak untuk dikutuk keras," ucap Ashari kepada Korankaltim.com Senin (24/1/2023).
Hanya saja Ashari berharap umat muslim di Indonesia khususnya di Samarinda bisa menyikapinya dengan lebih dewasa, sehingga tidak menimbulkan kontradiksi dan kontroversi terhadap umat beragama lainnya.
"Kami berharap masyarakat muslim di Samarinda tidak terprovokasi, walaupun secara pribadi atau Jam'iyah (perkumpulan) sangat mengutuk keras perbuatan yang dilakukan," sebutnya. "Kalau menemukan atau menonton cuplikan video tersebut harus bisa disikapi dengan tenang," harap Ashari.
Ashari mengajak umat muslim di Kota Tepian jangan mudah terpengaruh, karena apabila hal tersebut terjadi maka bisa mengancam persatuan dan persaudaraan umat beragama.
Editor: Aspian Nur