Melina, warga yang rumahnya terbakar mengatakan, pertama kali ia mengetahui kobaran api berasal dari bangunan yang ada di sebelah rumahnya. "Saya panik, saya hubungi suami tadi, di sini masalahnya tidak ada orang. Saya teriak-teriak juga warga sekitar tidak ada yang tahu," kata Melina.
Ada orang yang tinggal di salah satu rumah tersebut hanya saja mereka juga panik dan mencari pertolongan keluar. "Saat api sudah berkobar baru warga lain tahu kalo kebakaran," ujarnya.
Rumah Melina sendiri di bagian kamarnya terbakar juga sebagian dinding. Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) dan Penyelamatan Kota Samarinda Makmur Santoso menjelaskan, mereka dapat informasi dari masyarakat sekitar pukul 14.07 WITA.
Disdamkar menurunkan personel yang berasal dari Posko 3, 4, dan 11 untuk dapat mengantisipasi penyebaran api di area tersebut. "Kurang lebih bangunan yang terbakar ada sekitar 5 bangsalan yang terbuat dari kayu sehingga api sangat besar sekali dan 3 bangunan terdampak," ucapnya.
Dalam proses pemadaman pihaknya bersama para relawan memiliki kesulitan akses menuju lokasi kebakaran, karena posisi bangunan tersebut dikelilingi oleh dinding dan juga sumber air yang sangat susah serta padatnya masyarakat sekitar.
"Kami sangat sulit sekali bergerak dengan cepat, kondisi di lapangan telah dipenuhi oleh masyarakat apalagi kendaraan yang diparkirkan sembarangan," ujar Makmur.
Mereka memerlukan waktu sekitar satu jam untuk dapat menjinakkan api, dan untuk penyebab kebakaran tersebut masih menunggu hasil penyidikan dari pihak yang berwajib.
Penulis: Rahmat Surya
Editor: Aspian Nur
Informasi terkini Kebakaran di Jalan Pangeran Antasari Gang 1:
Bangunan terbakar:
5 bangunan, terdiri :
(3 rumah tunggal - 2 bangsalan 8 pintu)
Bangunan Terdampak:
3 bangunan
Korban Luka:
1 orang luka di kaki
Korban Jiwa
Negatif
Sumber:
1.Disdamkar Kota Samarinda
2. Satuan ITS-TRC