"Kalau prediksinya puncak arus mudik Nataru, diperkirakan Kamis (22/12/2022) besok, KM Aditya. Tetapi, sejak tanggal 18 lalu itu sudah mulai ada peningkatan penumpang untuk KM Prince Soya dengan jumlah 1.725 orang, namun masih dalam batas normal, artinya tidak melebihi kapasitas kapal," ungkapnya.
Untuk keberangkatan kapal pada Rabu (21/12/2022) KM Cattleya Express, membawa penumpang dengan tujuan Pare Pare sebanyak 1.450 orang. "Iya dari data kami masih dalam batas normal, tidak ada peningkatan signifikan," sebutnya.
Ia pun mengaku sejak sebulan lalu telah melalukan persiapan, terkait dengan arus mudik Nataru, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan sebelumnya. "Kami sudah melakukan evaluasi sebelumnya, sampai pembentukan tim, dengan membangun posko di pelabuhan," ujarnya.
"Jadi, itu kami sudah melakukan persiapan sejak jauh hari, dengan melakukan ram check, memastikan armada yang digunakan dalam kondisi layak. Dan sudah dinyatakan layak," sambungnya.
Ada tiga armada yang diturunkan yakni KM Aditya kapasitas 1.750 penumpang, KM Cattleya kapasitas 1.450 penumpang dan KM Prince Soya kapasitas 1.800 penumpangan, sedangkan kapal cadangan yakni KM Tanjung Manis kapasitas 175 orang.
"Itu kapal kargo tetapi akomodasinya untuk penumpang. Itu disiapkan apabila penumpang membludak, jadi mereka yang tidak bisa berangkat, bisa dialihkan menggunakan kapal cadangan tersebut," terangnya.
Tetapi, sejak terlihat adanya peningkatan penumpang di jelang Nataru, hingga saat ini ia mengaku masih dalam tahap normal. "Meski ada kenaikan, namun tidak melebihi batas normal, tidak melebihi kapasitas kapal," katanya.
Ditanya soal kondisi pelabuhan yang terlihat tidak padat, ia mengaku hal ini sudah memang dipersiapkan sejak awal, berbeda saat perayaan Idul Fitri lalu, yang mana pelabuhan dipadati oleh penumpang.
"Kami sudah mempersiapkan dari aw teknisnya seperti apa, itu sesuai instruksi Kepala KSOP, mulai dari pelayanan embarkasi dan debarkasi agar lebih tertat. Sejak Nataru itu sudah terlaksana semua, jadi pintu masuk satu arah, pintu keluar satu arah, sehingga penumpukan penumpang dapat terurai," ungkapnya.
"Untuk pengantar tidak boleh masuk ke area pelabuhan, hanya bisa sampai di depan terminal penumpang saja. Sehingga yang bisa masuk di terminal hanya penumpang yang mempunyai tiket," sambungnya.
Disinggung soal syarat melakukan perjalanan, ia menyebutkan sama seperti sebelumnya.
"Sesuai mekanismenya pelaku perjalanan harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19, yaitu wajib booster, kalau misalnya dua kali vaksin, harus punya antigen. Alhamdulillah rata-rata yang berangkat sudah mendapat vaksin booster," pungkasnya.
Penulis: Nancy
Editor: Rusdi