"Artinya ada sisa anggaran di tahun 2022 yang tidak terserap. Kalau nilainya Rp1,6 triliun digunakan untuk kepentingan pembangunan kan lumayan. Nanti kami tanyakan kepada Pemprov Kaltim kenapa tidak terserap," ujar Hamas, sapaan akrab Hasanuddin Mas’ud kepada Korankaltim.com usai rapat paripurna ke-50 Senin (14/11/2022) malam tadi.
Untuk anggaran tahun 2023 mendatang diharapkan Pemprov Kaltim dapat lebih memanfaatkan dengan maksimal besaran anggaran yang tersedia untuk kepentingan masyarakat. "Perlu dijadikan evaluasi agar tidak terulang kembali, serta perlu diproyeksikan dengan baik rencana-rencana kerja kedepannya agar lebih efektif dan efesien," papar Hamas.
Selain Silpa yang cukup besar, capaian nilai APBD itu juga turut didukung oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari sejumlah sektor diantaranya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). "Termasuk dari DBH (Dana Bagi Hasil) juga ada," sebut Hamas lagi.
Politisi asal Partai Golongan Karya (Golkar) itu menegaskan kedepannya pemprov harus dapat memaksimalkan kerja Perusahaan Daerah (Perusda), mengupayakan peningkatan APBD pada tahun selanjutnya.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur