Untuk itu, berikut Korankaltim.com merangkum 5 kata yang penting diketahui, jika ingin berinteraksi dengan Bahasa Kutai.
1. Lopat
Kata ini, sering digunakan oleh sebagian besar penutur Bahasa Kutai. Mengutip penjelasan dalam Kamus Bahasa Kutai - Bahasa Indonesia yang diterbitkan Kantor Bahasa Provinsi Kaltim pada 2013, kata lopat digunakan sebagaimana kata 'astaga' dalam Bahasa Indonesia. Selain Lopat, ada beberapa varian pengucapan sesuai aksen dan daerahnya. Pasalnya, aksen Bahasa Kutai yang ada di Kota Tenggarong, akan berbeda dengan yang ada di Kota Bangun, Muara Ancalong atau Sebulu.
Beberapa varian penyebutannya, seperti; lopay, opat,lopet, kokos dan lain sebagainya. Semuanya, bermakna sama. Yakni untuk mengungkapkan perasaan kaget, atau takjub.
2. Mandik
Bukan seperti yang dibayangkan. Mandik bukan berarti mandi dalam Bahasa Indonesia. Mandik, adalah kata yang artinya; tidak. Selain mandik, varian pengucapan lainnya adalah; nde, ndik, hik, dan nade
3. Mekko/Mbeko
Kata ini, akan sangat berguna bagi kalian yang hobi menjajal jenis kuliner. Karena Mbeko, dapat diartikan sebagai; makan. Walaupun, Mbeko punya arti spesifik yakni makan pagi alias sarapan.
4. Jukut
Sebagai suku yang tinggal di wilayah yang punya banyak sungai, kata Jukut seringkali digunakan oleh penutur Bahasa Kutai. Jukut dalam Bahasa Indonesia adalah; Ikan. Beberapa jenis yang terkenal dan kerap digunakan adalah Jukut Haruan atau Ikan Gabus, dan Jukut Pija atau ikan kering atau ikan asin.
5. Tulak
Kata yang terakhir ini, dalam bahasa Indonesia berarti berangkat atau pergi ke suatu tempat. Kalimat yang terkenal menggunakan kata ini misalnya adalah; Tulak Becari yang dapat diartikan menjadi Pergi Bekerja. Jadi, apakah kalian sudah siap Tulak ke IKN?
*Catatan : Naskah ditulis oleh bukan penutur asli Bahasa Kutai, dan didasarkan pada literatur tulis Kamus Bahasa Kutai - Bahasa Indonesia. Kritik dan saran, sangat diharapkan untuk perbaikan.
Penulis/Editor : Rusdi