Petugas Disdamkar Kota Samarinda, PMK dan relawan yang tiba di lokasi sempat kesulitan memadamkan api karena kawasan tersebut padat pemukiman dan minim sumber air serta akses jalan yang masuk ke titik api sempit.
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkar Kota Samarinda, Teguh Setya Wardana saat ditemui di lokasi kejadian. Saat menerima laporan tersebut, Disdamkar langsung mengirim empat posko yakni 1,2,3 dan 8, dengan dibantu PMK swasta dan relawan Samarinda.
"Sesampainya di lokasi ternyata titik api ada di dalam gang, sehingga mobil tidak bisa masuk dan hanya menggunakan selang yang disambung," kata Hendra kepada Korankaltim.com. “Sumber air juga minim, sehingga membuat petugas kesulitan, dan api baru bisa padam setelah dua jam," sambungnya.
Karena lamanya durasi waktu untuk memadamkan api membuat sembilan rumah tunggal ludes terbakar, yang mana rata-rata bangunan terbuat dari kayu. "Api cepat menyebar juga karena bangunan rata-rata dari kayu, dan ada 4 rumah yang terdampak," sebut Hendra lagi.
Beruntung dalam kebakaran tersebut tak ada korban jiwa, tetapi 36 jiwa dan 9 kepala keluarga (KK) harus kehilangan tempat tinggal. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan hanya kerugian materil," sebutnya.
Mengenai penyebab api, pihaknya tak bisa memastikan, tetapi dari informasi warga korsleting listrik. "Kalau pastinya masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian," tutup Hendra.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur