Banjir yang menerjang beberapa kawasan di Kota Samarinda sebenarnya sudah terjadi sejak Senin (17/10/2022) sore kemarin. Air sempat turun beberapa saat namun kembali menggenang karena hujan deras kembali mengguyur.
Di Jalan DI Pandjaitan (eks Jalan Kesejahteraan), sejak dari tikungan Perumahan Alaya hingga menuju terminal bus Lempake, air memenuhi jalan setinggi 40 sentimeter. kendaraan roda dua yang hendak melintas pun memilih mengurungkan niat karena enggan terjebak banjir. Lalu lintas di Kawasan ini pun sempat lumpuh karena saat air tinggi kendaraan roda dua pun enggan untuk melintas.
Jalan alternatif menuju Bandara APT Pranoto melewati Lempake pun tergenang banjir pagi tadi. Di Gunung Kapur Lempake, banjir yang sudah surut meninggalkan tumpukan tanah berlumpur juga pasir, membuat pengendara terutama roda dua harus berhati-hati saat melintas kalau tak ingin terjatuh.
Pagi tadi di Jalan AW Syahranie menuju simpang empat Sempaja banjir cukup tinggi terlihat dari pantauan media ini. Jembatan Layang atau Fly Over terutama di arah menuju Jalan Ir H Juanda air menggenang sekitar 20 senti hingga 30 senti, begitu pula di Simpang Lembuswana. Di Jalan Pangeran Suryanata, sejak sore kemarin hingga malam dan pagi ini banjir masih menggenang.
Sementara di Jalan Pangeran Antasari, warga sekitar meminta pengendara motor dan mobil memutar balik karena jalan sudah tidak bisa dilewati. Yang menarik, di jalan ini ada warga yang mendapatkan ular dengan ukuran besar dan panjang saat keluar dari sarangnya karena terimbas banjir.
Hingga pukul 09.30 WITA, perlahan namun pasti sebagian Kawasan yang tadinya terimbas banjir sudah bisa dilewati kendaraan seperti Simpang Lembuswana.
Selain banjir, hujan yang mengguyur juga membuat jalan-jalan utama di Kota Samarinda mengalami kemacetan. Pengendara yang hendak bekerja dan pelajar yang hendak sekolah pagi tadi harus mencari jalur alternatif menghindari banjir, membuat kemacetan tak bisa dihindari.
Sementara itu BMKG Balikpapan memprediksi cuaca ekstrem bakal terjadi hingga 21 Oktober atau hari Jumat nanti. Dalam rilis yang tersebar di media social, BMKG Balikpapan menyebut adanya daerah belokan angin disertai daerah pertemuan angin (konfiuen) di sekitar wilayah Kalimantan Timur serta masih hangatnya suhu permukaan laut di Selat Makassar, mendukung peluang pembentukan awan yang berujung pada hujan di Benua Etam.
Sejak tanggal 17 lalu hal itu terjadi, membuat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta dapat disertai petir dan angin bakal terjadi. Cuaca ekstrem disebutkan BMKG Balikpapan bakal terjadi di beberapa daerah.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur untuk selalu waspada terhadap dampak cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana, hidrometeorologi seperti banjir di Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, Berau, Penajam Paser Utara dan Paser,” kata BMKG.
Adapun beberapa daerah yang rawan cuaca ekstrem disebut BMKG antara lain adalah:
- Balikpapan
- Bontang
- Samarinda (Loa Janan ilir, Samarinda Ulu, Sungai Kunjang. Samarinda Seberang)
- Kutai Timur (Bengalon, Kongbeng, Karangan, Muara Bengkai, Muara Ancalong. Telen, Busang, Muara Wahau)
- Kutai Kertanegara (Kembang Janggut, Tabang, Muara Kaman, Kenohan, Tenggarong)
- Berau (Segah, Kelay)
- Kutai Barat (Barong Tongkok, Sekolaq Darat, Melak, Mook Manor Bulatn, Linggang Bigung. Tering, Muara Pahu)
- Mahakam Ulu (Laham, Long Iram, Long Bagun)
- Penajam Paser Utara (Penajam, Sepaku, Babulu)
- Paser (Tana rogot, Long Kali, Long Ikis, Kuaro, Muara Komam).
Editor: Aspian Nur