Sebelum para suporter tersebut membentangkan spanduk dan menyalakan seribu lilin di Taman Samarendah, terlebih dahulu mereka melaksanakan salat berjamah di Masjid Sofiatul Amin yang ada di Jalan Kusuma Bangsa, Komplek Stadion Segiri Samarinda. Setelahnya, kemudian mereka bersama-sama menuju Taman Samarendah.
Para suporter ini membentangkan dua spanduk bertuliskan 'Duka Kamu Duka Kita' dan 'Malang Disaster' serta menyalakan seribu lilin. Sambil membentangkan spanduk, mereka juga menyanyikan lagu kebangsaan dan kemudian berdoa bersama.
Perwakilan suporter Curvasud Samarinda, Pranata mengatakan, apa yang mereka lakukan ini merupakan bentuk bela sungkawa dari gabungan suporter yang ada di Samarinda."Kami turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada teman dan saudara kami atas tragedi di Kanjuruhan, ya Sabtu kelam," tuturnya.
Ia berharap peristiwa ini tidak terulang kembali karena sangat merugikan semua pihak, apalagi menyangkut nyawa seseorang."Harus tetap damai, walaupun berbeda, selain itu mudahan liga bisa kembali digulirkan, karena tanpa ada sepakbola di Indonesia sepi," tandasnya.
Sementara, perwakilan suporter Bonek Samarinda, Muhammad Basir mengatakan, pihaknya baik Bonek Samarinda maupun di seluruh Indonesia turut berbela sungkawa yang sangat mendalam kepada sepakbola Indonesia.
"Jangan lagi kejadian ini terulang, kita fanatik boleh, tetapi jangan buta seperti ini, karena tidak ada sepakbola seharga nyawa, dan kemanusiaan di atas segalanya," tutupnya.
Penulis: Nancy
Editor: Maruly Zainuddin