Mereka bukan sedang berjalan-jalan atau berolahraga di hari libur, melainkan ingin menyaksikan Pawai Pembangunan dan Festival Budaya Nusantara yang sudah dua tahun tak pernah disaksikan secara langsung.
Antusias ribuan masyarakat Kota Tepian sangat besar, dibuktikan dengan kehadiran mereka sejak pagi dan tak beranjak dari tepi jalan hingga siang ini meski cuaca panas dan terik.
Pawai Pembangunan dan Festival Budaya Nusantara yang digagas Pemerintah Kota Samarinda itu sendiri baru bergerak dari titik start di Jalan Kusuma Bangsa pukul 07.00 WITA
Ada lebih dari seribu peserta mengikuti ajang ini dengan menampilkan adat dan kebudayaan Nusantara, dimeriahkan juga dengan kehadiran ratusan mobil hias dan berakhir pukul 12.00 WITA.
Rute yang dilewati peserta pawai dari Jalan Kesuma Bangsa menuju Jalan Bhayangkara, Jalan Awanglong ke Jalan Panglima Batur, menuju Jalan KH. Khalid, Jalan Diponegoro, Imam Bonjol, Jalan Agus Salim kemudian finish di jalan Kesuma Bangsa sementara panggung utama ada di Taman Samarendah Jalan Bhayangkara.
Pantauan Korankaltim.com di lapangan, masyarakat sudah berbondong-bondong datang mulai jam enam pagi tadi, memadati ruas jalan yang menjadi rute perjalanan terutama di sekitaran Taman Samarendah yang mana menjadi tempat berdirinya panggung penghormatan. Kawasan itu sangat sesak dipadati ribuan manusia.
Abdul Husain, warga Samarinda yang menonton di Jalan Awanglong mengaku sudah tiba di lokasi sejak pukul 06.00 WITA bersama kedua putrinya. Selain membahagiakan sang anak, Husein juga ingin mengobati kerinduan dengan keramaian pawai pembangunan yang sempat terhenti.
"Karena Covid-19 dua tahun, lama tidak menyaksikan pawai seperti ini, sekalian juga ngajak anak-anak untuk ikut cuci mata di akhir pekan, meskipun harus berdesakan tidak masalah," kata Husain.
Senada, Ritha Nur Hikmah, warga Loa Bakung yang juga menonton mengakui dirinya sudah mengetahui pasti jalanan akan ramai dan macet. Untuk itu ia lebih dulu pergi supaya mendapatkan spot yang bagus untuk menonton.
Ritha berharap kegiatan ini juga bukan hanya uforia belaka akan tetapi menjadi semangat bagi masyarakat Samarinda untuk tetap mempertahankan situasi yang sudah jauh dari Covid-19 ini.
"Mudahan kita terus terjauhkan dari pandemi lagi. Harapannya keadaan begini bisa terus dijaga oleh masyarakat, sehingga kegiatan semacam ini bisa terus dilakukan," harap Ritha.
Sementara itu kegiatan ini juga menopang peningkatan ekonomi bagi pelaku usaha UMKM di Kota Samarinda, hal itu terlihat saat penjual kuliner dan mainan anak-anak ramai diserbu warga yang tak sempat membawa makanan atau minuman.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur