Andi Bahar, seorang sopir truk pun mengeluhkan kondisi ini. Bahar mengaku sejak tiga hari lalu hingga hari ini belum bisa mengakut barang seperti beras dan pupuk, karena belum mendapatkan solar. "Truk masih antre di SPBU ada dua unit punya saya yang antre, itu sudah dua hari belum dapat solar. Rencananya beras dan pupuk mau dibawa ke Kutai Barat dan Muara Wahau, bingung juga ini," ucap Bahar.
Kondisi yang terjadi membuat Andi Bahar mengalami kerugian kalau nantinya ada kerusakan logistik yang akan mereka angkut tersebut. "Ya pasti rugi, kerjaan yang seharusnya sehari saja menjadi empat hari," kata pria 40 tahun ini dengan nada kesal.
Sementara sopir lainnya bernama Antung mengaku biasanya dalam sepekan bisa tiga kali mengantar, tetapi saat ini karena sulitnya mendapatkan solar, sekali pun tidak pasti. "Saya biasa antar barang ke Sangkulirang dan Bengalon, sekarang susah sekali antar saja belum pasti," ujar pria 45 tahun itu.
Antung mengaku sudah empat hari terakhir kesulitan mendapatkan solar. "Empat hari cari, tidak dapat-dapat. Pemilik barangnya disana juga sudah teriak-teriak," ungkapnya.
Sampai hari ini dirinya masih mengusahakan untuk mendapatkan solar dengan mengantre di SPBU. "Tapi begitu kami ambil nomor antrean, seminggu baru bisa dapat. Mudahan, ini bisa ada solusinya, kalau begini terus ya kasian juga, sopir truk mogok, masyarakat makan apa," tutup Antung.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur