Banyak netizen yang melihat video itu merasa miris, marah dan juga sedih.
Video itu sendiri belakangan diketahui diambil Selasa (14/6/2022) lalu yang kemudian viral di media sosial (medsos). "Coba lihat sapinya diangkat nah, Astaghfirullah, ngeri," terdengar suara di video tersebut.
Kamis (16/6/2022) sore tadi sekitar 14.30 WITA, Korankaltim.com mengecek langsung ke Pelabuhan Samarinda di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Karang Mumus Kecamatan Samarinda Kota, untuk memastikan hal tersebut.
Disana terpantau pengangkutan sapi dilakukan dengan cara satu persatu sapi diturunkan menggunakan jembatan langsung ke dalam truk.
Pendistribusian juga diawasi langsung oleh pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim.
Saat ditemui di Pelabuhan Samarinda terkait video viral tersebut Sub Koordinator Kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim Yulis Tanty mengatakan, setelah beredarnya video viral tersebut dirinya dan tim diminta untuk melakukan pengecekan ke lapangan.
Dari hasil pengecekan terlihat proses bongkar muat sapi namun, pihaknya tidak menemukan proses pemindahan dengan cara digantung seperti video yang viral.
"Setiap pemindahan hewan ternak harus melihat kondisi dan kesejahteraan hewan, tidak membuat takut serta tidak sampai luka. Saat loading sudah ada gateway dan digiring satu persatu sehingga tidak setres," jelas Yulis.
Terkait video yang tersebar tersebut diakuinya merupakan pelanggaran UU No.18 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Hewan. "Ya, jelas itu melanggar, karena caranya salah," tegas Yulis.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur