“Banyak penyebabnya, selain aktivitas manusia ada jua faktor alam,” terang Muchlis kepada Korankaltim.com Kamis (26/5/202) hari ini.
Akvitas manusia yang dimaksud adalah ilegal fishing atau pengambilan ikan dengan cara-cara yang tidak dibenarkan.
Meksipun belum pernah mendapati secara langsung, namun melihat dari bentuk kerusakkannya, illegal fishing ditengarai jadi salah satu penyebabnya.
“Pada tahun 2017 juga sempat ada beberapa nelayan yang tertangkap karena melakukan illegal fishing,” ungkapnya.
Selain itu kondisi air yang kerap tercampur dengan air sungai, atau air tawar membuat terumbu karang yang hidup di bawah laut Kaltim harus berjuang keras dikarenakan kondisi air yang tak sepenuhnya air asin.
“Kalau di luar Kaltim atau Berau lah, memang full atau seluruhnya air asin. Tapi karena disini juga banyak air sungai, jadi intrusi air sungai ke laut ini membuat air laut gak seasin yang biasanya,” Pungkas Muchlis.
Penulis: Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur