Hal yang sama juga diungkapkan Nurul (32). Warga Tenggarong ini telah berkeliling untuk mencari gas melon tersebut. "Di kota tidak ada, di pinggiran, tempat mertua saya baru dapat. Itu stok lama," katanya saat berbincang dengan Korankaltim.com.
Area Manager Communication dan CSR Pertamina Regional Kalimantan, Susanto August Satria menyebut elpiji aman-aman saja bahkan pihaknya telah menambah stok sebelum lebaran.
"Memang saat hari raya pertama ada peningkatan konsumsi elpiji 3 kg, tetapi masyarakat tidak perlu khawatir karena stok aman," tuturnya saat dihubungi Selasa (3/5/2022) hari ini.
"Dan masyarakat juga bisa menggunakan elpiji Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg," sambungnya.
Untuk itu pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam membeli elpiji, sesuai dengan peruntukkannya.
"Kalau elpiji 3 kg ini kan subsidi, yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin atau kelas bawah," ujarnya.
Ia kembali menegaskan jika elpiji 3 kg ini merupakan barang bersubsidi, yang memang diperuntukkan bagi masyarakat kelas bawah.
"Apabila dijual kembali oleh pangkalan/agen Pertamina yang tidak resmi, maka hal itu sudah menyalahi ketentuan," terangnya.
Penulis: Nancy
Editor: Supiansyah