Namun, ia mengkritik pemerintah yang disebutnya tak mencari penyebab dari kelangkaan ini.
"Senarnya pemerintah pusat yang tidak selesai belajar, mereka harusnya mencari siapa yang menyimpan (minyak goreng)," ujarnya, Rabu (16/3/2022).
Pemerintah, kata dia, semestinya bisa menelusuri alur minyak goreng. Mulai dari mengetahui produksi oleh produsen hingga distribusi oleh distributor.
"Artinya masyarakat biasa, pedagang, tidak mungkin juga bisa menyetok dalam jumlah besar, kan itu sudah biasa itu pertama kedua, ini terlihat buruknya komunikasi publik pemerintah, sehingga mengakibatkan panic buying. Ini jelas akan menimbulkan kelangkaan berikutnya, serta menyebabkan kenaikan harga," bebernya.
Jadi, satu sisi pemerintah gagal mempelajari siklus, tidak tahu ke mana arahannya, ditambah dengan mendekati bulan Ramadan.
"Pastinya penggunaan sembako, salah satunya minyak goreng akan meningkat. Nah, ini sangat disayangkan, harusnya sudah tahunlah peningkatan konsumsi sembako meningkat itu harus diamankan," tandasnya.
Penulis: Nancy
Editor: Supiansyah