“Sudah dua minggu seperti ini (berkabut), bahkan sampai masuk ke dalam rumah. Terus terang tidak leluasa bernapas, karena udara yang dihirup selain asap juga berbau,” kata Meylin, seorang warga yang bermukim di Kompleks Perumahan Bukit Pinang.
Disebutkan Meylin, asap terlihat hamper sepanjang hari dan mengikuti arah angin sehingga hanya menghilang saat angin tidak mengarah ke perumahan. “Yang pasti sejak pagi sudah berkabut, hilang sebentar datang lagi dan asapnya sangat tebal,” jelasnya.
Sementara Hj Arbayah, warga lainnya, berharap ada perhatian dari pemerintah kota mengenai hal ini. “Kasihan anak-anak kecil tiap hari bermain di luar rumah harus menghirup asap seperti ini, pastinya berbahaya untuk kesehatan mereka,” ujarnya.
Udara yang berhembus cukup kencang membuat asap juga mengarah ke beberapa sekolah di Jalan Pangeran Suryanata mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK dimana sekolah tersebut sudah menerapkan pembelajaran secara tatap muka.
Asap tebal tersebut diketahui berasal dari TPA Bukit Pinang yang menurut informasi yang diperoleh Korankaltim.com bagian bawahnya terbakar, mengandung gas metana dan tidak bisa cepat dipadamkan.
Cuaca tak menentu yang dominan panas terik di Kota Samarinda sejak Januari hingga Februari ini dengan intensitas hujan yang tidak terlalu tinggi membuat tumpukan sampah yang terkena gas metana terbakar, menghasilkan asap tebal dan berbau.
TPA Bukit Pinang yang berada di dataran tinggi membuat asap dengan cepat menyebar kemana-mana utamanya ke kawasan sekitar.
Lewat unggahan di media sosial Facebook, seorang pengguna yang diketahui bekerja di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang terjadi tersebut.
“Kami (DLH Samarinda) menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Kota Samarinda atas ketidaknyamanan akibat asap dari TPA Bukit Pinang,” tulisnya.
“Kami sampaikan asap tersebut memang berasal dari sampah lama di TPA Bukit Pinang yg beberapa hari ini terkena panas sehingga menyebabkan reaksi gas metana...tidak ada pembakaran disana, akan tetapi terbakar dengan sendirinya. Kami dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda khususnya yg mengelola TPA dan bekerjasama dengan dinas terkait khususnya Disdamkar Samarinda terus berusaha agar tidak terjadi kebakaran sampah tersebut meskipun hal itu sangat sulit dilakukan,” paparnya.
Kami mohon doa dari seluruh warga Samarinda kiranya proses perpindahan ke TPA Sambutan lancar dan hujan segera turun sehingga asap dapat berkurang. Semoga Allah SWT meridhoi kita semua, amin,” tutupnya. (*/kk)
Editor: Aspian Nur