Sub Koordinator Seksi Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Kaltim, Ahmad Munir Gani, menyebutkan jemaah umrah yang berangkat pada Januari lalu tidak ada yang terpapar Covid-19, lantaran berdasarkan evaluasi dari Kemenag RI yang mana mengacu pada skema One Gate Policy (OGP) akan tetap dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor: 1332 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ibadah Umrah pada Masa Pandemi Covid-19.
Evaluasi tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan terkait kemungkinan dilakukannya tes PCR pembanding. Yang nantinya dapat dilaksanakan dengan mengikuti ketentuan dan dikoordinasikan melalui KKP dengan mengisi formulir yang telah ditentukan.
Kemudian Munir menyebut dengan sejumlah evaluasi yang dilakukan oleh Kemenag RI tersebut dapat dipastikan perjalanan umrah akan berjalan dengan baik.
"Tidak ada, informasi selama ini belum ada yang terpapar, Karena jika sesuai aturan travel itu tiga hari sebelum keberangkatan harus lapor, melalui aplikasi Siskopatuh, Kemudian satu hari keberadaanya di Arab Saudi juga lapor, tiga hari setelah pulang seharusnya sudah lapor. Tapi sampai saat ini belum ada pihak travel melapor akan tetapi seharusnya jemaah sudah pulang. Jika melihat evaluasi dari Kemenag RI itu sudah baik, malah kalau bisa dibuka lagi di embarkasi. Akan tetapi melihat kondisi saat ini masih dipertahankan untuk OGP," Kata Munir, Kamis, (3/2/2022).
Munir menginformasikan pada Februari ini, terdapat kurang lebih 400 jemaah umrah yang siap untuk diberangkatkan, tetapi Kemenag Kaltim masih memantau perkembangan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Supiansyah