Komwil V Regional Kalimantan menurutnya tengah menghadapi isu strategis yaitu menyongsong era IKN sehingga dalam hal ini Apeksi juga turut melakukan konsolidasi untuk memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Pusat.
Rekomendasi yang disampaikannya yaitu manajemen pembangunan regional yang tidak hanya menyoroti sejumlah daerah penyokong IKN. "Tidak hanya Samarinda, Balikpapan dan Bontang, tetapi 9 kota lainnya yang ada di Kalimantan juga harus diperhatikan," kata Bima Jumat (5/11/2021).
Perpindahan IKN juga wajib menjaga aset sosial budaya setempat agar tak semakin tergerus, lantaran budaya merupakan salah satu peninggalan leluhur yang wajib dijaga dan dilestarikan.
Selain itu dalam kesempatan perpindahan ini ia mengingatkan agar perpindahan IKN itu juga mampu berkolaborasi dan bersinergi dengan para anak-anak muda yang ada. "Karena mereka harus kami siapkan untuk menyongsong era baru itu," ujarnya.
Raker yang berlangsung di Ballroom Hotel Mercure itu juga membahas mengenai ketahanan pangan di Regional Kalimantan, yang fimana diketahui roda perekonomian pasca pandemi Covid-19 harus mengalami pertumbuhan.
Menanggapi isu IKN, Wakil Gubernur Kalimantan Timur H Hadi Mulyadi mengungkapkan ide dan gagasan yang telah disampaikan Bima Arya sejalan dengan pemikirannya. "Kami ingin IKN itu tidak hanya membangun di titik nol dan sekitarnya tetapi juga harus membangun seluruh pulau Kalimantan dan bersinergi serta berkolaborasi dengan seluruh anak bangsa yang ada di Kalimantan," kata Hadi.
Sementara itu mengenai isu ketahanan pangan ia mengaku selama ini pihaknya juga telah melibatkan kelompok tani milenial.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur