Di Jalan Kestela I, acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang sedianya digelar di Musala At Dzikri mau tak mau harus dipindah ke rumah warga karena musala terendam banjir.
Sedianya ada keinginan acara maulid setahun sekali tersebut bergeser hari, namun selain undangan yang sudah disebar kepada warga sekitar Jalan Kestela, konsumsi atau masakan sudah terbeli dan disiapkan sejak Selasa (19/10/2021) kemarin sehingga mau tak mau acara tetap harus berlangsung.
Akhirnya Asphiannur, warga setempat, berinisiatif menjadikan rumahnya lokasi dadakan untuk acara Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. “Tidak ada pilihan lain, meski banjir acara maulid tetap harus berjalan. Musala terendam air, akhirnya kami pindahkan ke sini (rumah),” ujar Asphian kepada Korankaltim.com Rabu (20/10/2021) hari ini.
Meski dipindah ke rumah, namun banjir tetap terlihat di lokasi maulid karena jalanan terendam air dengan ketinggian sekitar 15 sentimeter. “Alhamdulillah acara tetap berlangsung dengan lancar meski kondisi banjir,” kata Asphian lagi.
Sementara di Jalan Terong, air sudah mencapai pinggang orang dewasa baik mulai dari Terong I hingga Terong VI.
Ahmad Yani, warga setempat mengatakan air dengan cepat masuk ke perumahan warga. “Tingginya sekitar 30 sentimeter. Banjir merata di kawasan ini dan air terus naik,” ujar Yani.
Sebagian warga yaitu ibu-ibu, orangtua lanjut usia (lansia) dan bayi sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman. “Tapi ada juga yang bertahan di rumah membuat andang (panggung) di dalam dan di depan rumah mereka. Semoga saja airnya tidak tambah naik karena ini kondisinya sama seperti banjir tahun 2020 lallu,” sebut Yani lagi.
Pasar Bengkuring yang biasanya tak tergenang air sejak pagi tadi terendam. Kondisi tersebut membuat pedagang mau tak mau harus pindah tempat berdagang ke lokasi yang lebih aman.
Trotoar jalan di sekitar pasar pun berubah fungsi jadi lokasi berjualan mulai dari sembako hingga makanan karena setiap hari pasar tersebut memang tak pernah sepi dari aktivitas berjualan.
“Mau bagaimana lagi, pasar terendam, tempat kami berjualan digenangi air, akhirnya harus memilih berjualan di atas trotoar ini,” ujar Gatot, seorang pedagang di Pasar Bengkuring.
Bantuan seperti makanan dan sembako belum terlihat datang dan diterima warga Bengkuring, hanya perahu untuk evakuasi warga yang hilir mudik membawa mereka yang mengungsi.
Masjid Al Muhajirin di kawasan Bengkuring dijadikan lokasi mengungsi tak hanya warga tapi juga kendaraan roda dua dan roda empat.
Banjir di Perumahan Bengkuring sendiri terjadi karena debit atau tinggi mata air (TMA) di Waduk Benanga sejak kemarin juga kian meningkat dan berstatus waspada. Perumahan Bengkuring jadi lokasi paling cepat digenangi air dari waduk tersebut saat tak mampu menampung air yang melimpah baik ketika hujan deras datang dalam kurun waktu lama maupun saat air pasang terjadi.
Editor: Aspian Nur