Andi Harun mengatakan telah memberi arahan kepada Dinkes Samarinda untuk memberikan pengumuman sampai pada waktu tersedianya jenis vaksin di luar dari jenis AstraZeneca.
Sebelumnya, pihak Islamic Center menolak divaksin AstraZeneca karena dianggap haram berdasarkan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2021 tentang hukum penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca.
Andi Harun menyebutkan vaksin AstraZeneca nantinya akan distribusikan kepada masyarakat Kota Samarinda non muslim. "Sebenarnya vaksin ini bisa digunakan, nanti kami akan berikan kepada warga yang non muslim, biar tidak mubazir kan," tuturnya.
Ia juga telah meminta kepada Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih untuk berkoordinasi dengan Buddhist Center untuk kegiatan vaksinasi khusus kepada warga yang beragama non muslim. "Jadi selama fatwa masih berlaku, kami akan berikan kepada masyarakat non muslim, sementara ini stok yang ada itu sekitar 23 ribu dosis," sebutnya.
Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih membeberkan jenis vaksin yang ada memang tersisa AstraZeneca. "Nanti kami akan carikan solusinya, karena kan memang yang ada vaksinnya ya AstraZeneca," bebernya.
Sementara ini pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan sejumlah tempat untuk mencari jalan alternatif lain.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan