Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Nurrahmani mengatakan banyak perubahan yang akan terjadi pada taman tersebut nantinya setelah jadi, seperti di antaranya pagar yang tak lagi mengelilingi taman, air mancur dan patung yang akan dihilangkan.
"Pagar itu konsep awalnya karena ada Pawai Pembangunan setiap Hari Kemerdekaan 17 Agustus, takut tamannya diinjak sama penonton makanya dipagari, tapi saat ini kami sudah punya konsep baru buat penjagaan yang dimana kalau pawai nanti satgas taman kami turun," kata Nurrahmani Kamis (5/8/2021) siang tadi.
"Air mancur juga kami hilangkan karena sekarang kondisinya sering bocor, jadi kami tiadakan, nanti kami jadikan tempat menaruh tanaman," ungkap Yama, sapaan akrabnya.
Untuk patung yang menggambarkan seorang ksatria sedang memegang mandau dan tameng akan dihilangkan guna meluaskan jarak pandang pengendara yang melintas di kawasan tersebut.
"Supaya memperluas pandangan mata, karena kan namanya juga persimpangan harus liat kiri dan kanan," sebutnya.
Kalau nantinya taman itu jadi akan dipenuhi oleh tanaman hias disertai lampu taman yang akan menyinari di malam hari.
Pengerjaan taman itu memakan biaya Rp196 juta dengan pengerjaan yang ditarget selama dua bulan. "Itu proyeknya tidak sampai lelang kok hanya PL (Penunjukan Langsung) jadi dibawah Rp200 juta anggarannya," sebut Yama.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur