Dana Alokasi Khusus (DAK), untuk melakukan pekerjaan perbaikan dan peningkatan status jalan pada 800 kilometer lebih ruas jalan provinsi yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Kaltim.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun menyebut, terdapat 624 kilometer berupa peningkatan jalan dan 270 kilometer adalah perbaikan kerusakan. Total keseluruhan progresif ruas jalan sepanjang 895 kilometer.
Ia mengaku terdapat 27 aitem kegiatan rekonstruksi dan pembangunan. Kegiatan tersebut terbagi, baik jalan yang memiliki dua ruas maupun tiga ruas. Salah satunya seperti Simpang Patung Lembuswana-Muara Kaman yang masuk wilayah Kukar, dialokasikan sebesar Rp54 miliar. Untuk daerah Kutai Barat-Mahulu, kata Samsun khusus Kubar terdapat Rp30 miliar dan Mahulu Rp24 miliar.
Selain itu, ruas jalan Sanga-Sanga-Muara Jawa-Samboja-Balikpapan. Kemudian Tenggarong-Kutai Barat, dan Samarinda-Anggana, serta Senoni-Sepaku menggunakan dana APBD.
“Kalau Tanjung Redeb-Talisayan itu dari dana DAK. Sedangkan Kaliorang-Talisayan itu dari APBD karena DAK tidak ada,” kata Samsun.
Sementara, jalan poros Samarinda-Bontang tak masuk anggaran karena merupakan kewenangan pemerintah pusat.
“Terbesar memang alokasinya itu di wilayah Kukar. Karena luas dan panjang. Misalnya seperti dari Simpang Lembuswana ke Muara Kaman itu mencapai 400 kiloan,” terangnya.
Kendati demikan, Samsun mengaku belum ada satu pun kegiatan yang berjalan. Oleh karenanya, ia meminta agar progresnya bisa segera dilaksanakan.[]
Penulis : */Faisal
Editor : Redaksi Koran Kaltim