Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi mengatakan memanfaatkan kecanggihan teknologi tersebut demi mewujudkan ketertiban parkir di Kota Tepian. "Jadi dalam konteks ketertiban itulah kita programkan E-Parking, sementara ini sedang disiapkan," ucapnya.
Biasanya kerja yang mengandalkan kecanggihan teknologi dapat mengurangi lapangan pekerjaan, tapi orang nomor dua di Samarinda itu menyebutkan para juru parkir (jukir) tak perlu cemas, meskipun akan mengandalkan perkembangan itu namun tenaga jukir masih tetap dibutuhkan untuk mengoperasikan alat E-Parking tersebut.
"Jadi kami masih memanfaatkan tenaga mereka (jukir), berarti mereka tidak kehilangan pekerjaan," tuturnya. Sektor parkir juga dapat dianggap berkontribusi bagi keuangan daerah, melalui E-Parking itu juga disebut, bisa menjawab tantangan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samarinda dan menjauhkan potensi penyelewengan dana dari perparkiran.
"Uang jadinya tidak menginap, langsung masuk dalam program. Masih dalam proses, yang jelas masuk dalam program 100 hari kerja kami," bebernya. Masyarakat pengguna jasa parkir berbasis elektronik ini juga tak perlu cemas dengan metode pembayaran nontunai, pasalnya dalam pelaksanaan tak semata-mata langsung menghilangkan pembayaran tunai.
"Berikan saja Rp 2 ribu misalnya motor, nanti jukir yang menukarkan uang tunai melalui program," urainya. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim itu berharap agar apa yang menjadi rencana kerja di program 100 hari kerjanya itu bisa berjalan sesuai dengan harapan.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Samarinda, Herwan Rifai membeberkan dalam rencana itu pihaknya diminta untuk membuat proposal untuk segera diserahkan kepada Wali Kota Samarinda, Andi Harun. "Kami hanya diminta untuk itu," singkatnya.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan