Hal ini ditegaskan Kapolresta Samarinda, Kombespol Arif Budiman yang menyebutkan baru saja Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Samarinda melakukan rapat koordinasi terkait PPKM Mikro dan kampung tangguh di Samarinda. "Walaupun Samarinda tak memenuhi syarat PPKM Mikro tapi kebijakan itu kami ambil," kata Arif usai rapat yang dilakukan di Aula Wira Pratam Polresta Samarinda. Selasa (2/3/2021) hari ini.
Andi Harun sendiri mengakui akan adanya arah baru dari program penanganan Covid-19, yaitu kampung tangguh yang nantinya akan ada peningkatan intensitas terhadap protokol di setiap kampung dengan potensi penyebaran virus cukup besar.
"Contohnya seperti masyarakat yang biasanya keluar rumah tidak bermasker sekarang harus bermasker, sama juga seperti hajatan juga jangan berkerumun," kata Andi Harun.
Selain itu pada kampung tangguh Covid-19 juga akan di dirikan sebuah posko yang berfungsi sebagai tempat koordinasi data dan upaya untuk penanganan Covid-19, bahkan bisa digunakan untuk pemulihan ekonomi. "Contohnya di RT 19 Kelurahan Mugirejo, inisiatif Ketua RT disana mendirikan posko juga dilengkapi kegiatan masyarakat seperti berkebun dan menanam sayur," paparnya.
Meskipun dinilai kesadaran masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan masih minim namun Andi Harun menegaskan pemkot tak bosan untuk terus melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur