Pria yang kerap disapa AH itu mengaku, baru bisa menyambangi warga, meski peristiwa itu sudah ia dengar saat agenda pelantikannya, Jumat (26/2/2021) kemarin.
"Rangkaian pelantikan cukup panjang, makanya baru berkesempatan," ucap AH.
Peristiwa yang menghanguskan 17 rumah yang dihuni lebih dari 30 Kepala Keluarga (KK) itu diketahui penyebabnya karena arus pendek listrik dari kabel rumah tangga yang berumur tua.
Untuk itu, AH mengaku akan melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait untuk membahas terkait antisipasi potensi kebakaran. "Kami akan lakukan rapat koordinasi untuk menentukan peta penanganan antisipasi kebakaran," jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga meminta kepada pihak Camat dan Lurah untuk rutin melakukan pengawasan terhadap lingkungan padat penduduk dalam rangka antisipasi peristiwa serupa.
Dari kejadian itu ia berpesan agar dapat menjaga perangkat kabel yang sudah tak layak pakai untuk dilakukan pembaruan. "Dari peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita bersama, kita perlu secara reguler terutama kawasan yang berkarakter sama rutin melakukan pemeriksaan pada kabel rumah tangga kita," jelasnya.
Salah satu korban kebakaran, Suryani mengaku merasa sangat senang dan bersyukur atas bantuan yang diserahkan Pemkot Samarinda. Ludes terbakar tempat tinggalnya membuat Suryani juga mau tak mau mengungsi di rumah petakan yang ada di kapal. "Sangat bersyukur adanya bantuan, seperti makanan siap saji karena sampai peraltan masak kami juga sudah ndak bisa di pakai," tukas Suryani.[]
Penulis : Claudius Vico
Editor : Rusdi