Hal ini disampaikan Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kaltim Syaparuddin yang ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah duka di Jalan Pangeran Puger Gang.II.
Turut bersama dalam rombongan yakni KH Muhammad Zhofaruddin (Guru Udin), Guru Jamal, Guru Muhammad, dan Said Amin serta Ketua Gerindra Kaltim, Andi Harun
"Tadi sudah dibacakan doa, dipimpin langsung oleh Habib Lutfi," kata Syaparuddin, Sabtu, (2/1/2021) siang.
Sekira pukul 13.30 WIB, jenazah diberangkatkan menuju pemakaman di Pemakaman Ploso Kudus yang berjarak 1 kilometer dari kediaman almarhum Habib Jaf'ar.
Syaparuddin mengatakan terdapat ribuan orang yang memadati jalanan, di sekitar Jalan Pangeran Puger. Iring-iringan menuju pemakaman ini pun dikawal oleh Kepolisian dibantu Banser dan Ansor setempat. "Ini sekarang sedang bergerak menuju pemakaman Ploso Kudus," ungkapnya.
Satu Tahun di Samarinda
Habib Ja'far Al Kaff menutup usia setelah kurang lebih sekitar satu tahun tinggal di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Menurut, Wakil Ketua PWNU Kaltim, Syaparuddin, Habib Ja'far merupakan seorang wali Majdub. Dalam istilah agama, Majdub berarti memiliki keunikan, tidak bisa diatur dan aktivitasnya pun menurut hati dan kehendaknya sendiri.
Selama satu tahun di Samarinda, dikatakan Syaparuddin, salah satu hal yang dilakukan Habib Ja'far yaitu pernah menghadiri majelis Guru Udin, di Jalan Kehewanan. Guru Udin pun menyambut luar biasa karena mengetahui kewalian dan karomah dari Habib Ja'far.
Syaparuddin mengatakan amarhum juga cukup dekat dengan Said Amin dan Andi Harun. Ia pun sering melaksanakan ritual ke laut. Namun, yang menarik, ia selalu mendoakan orang, daerah dan negaranya. Untuk dapat aman, damai, tenteram, makmur.
"Saat kami bertemu, beliau selalu berdoa seperti itu, Samarinda aman, makmur, begitulah doa-doa beliau," terang Syapar.
Syaparuddin mengaku, sosok dari Habib Ja'far Al Kaff memang cukup unik, dan tidak seperti pada masyarakat umumnya, namun memiliki karomah yang luar biasa. Salah satu karomahnya yakni, dahulu ketika kendaraan roda dua milik Syapar hilang, dia cukup drop. Namun, sembari mencari kendaraan tersebut, ternyata ia sambil mengingat sosok Habib Ja'far dan mengirimkan Al-Fatihah, dengan harapan kendaraannya yang hilang dapat kembali saat itu juga. Ternyata, atas izin Allah motor yang awalnya hilang itu pun seketika ada di depan salah satu supermarket dengan kunci motor yang tergantung.
"Hitungan kurang lebih 10 menit, motor itu tiba-tiba aja saja," ungkapnya.
Setelah itu, sekira tiga hari kemudian, Syaparuddin bertemu dengan Habib Ja'far. Tanpa berbicara sedikitpun mengenai motornya yang hilang, Habib Ja'far seketika langsung berkata. "Din motornya balik ya, balik ya motornya," kata Syaparuddin menirukan ucapan Habib Ja'far mengenai karomah yang dimilikinya.
Penulis : Faishal Alwan Yasir
Editor : Bambang Irawan