Dijelaskannya, untuk TPS mobile tersebut TPS 001 yang ditunjuk oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda melayani pemilik hak suara di Rutan Polsek Samarinda Seberang. "Kami mendapatkan kepastian mendatangi rutan di Polsek Samarinda Seberang, karena memang TPS kami yang paling terdekat," kata Abdul.
"Ada tujuh tahanan yang mencoblos, mereka menggunakan formulir A5, karena merupakan pindahan," sambungnya. Terkait dengan teknis pencoblosannya, diakuinya sama saja dengan dengan di TPS, pihaknya membawa bilik suara, bantalan untuk mencoblos, tinta serta surat suara.
"Pada dasarnya sama saja, hanya saja untuk kotak suara kami tidak membawa, hanya menggunakan kantong plastik warna hitam sebagai penggantinya. Ya, tidak masalah, karena ini sesuai aturannya dan dijaga ketat oleh linmas, polisi serta Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) serta saksi dari masing-masing paslon," beber Abdul.
Di TPS 001 RT 1 Kelurahan Rapak Dalam Loa Janan Ilir, paslon nomor urut dua unggul dengan perolehan 99 suara, disusul nomor urut nomor tiga dengan perolehan 57 suara dan paslon nomor satu hanya meraih 39 suara. Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 386, rinciannya 195 surat yang sah dan tiga tidak sah, karena ada yang mencoblos lebih dari satu paslon.
Terpisah, Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat terkait dengan kotak suara yang diganti dengan kantong plastik tersebut diakuinya telah sesuai dengan mekanisme yang ada. Hal tersebut tertuang dalam buku panduan KPPS yang mengacu pada Peraturan KPU (PKPU) Nomor 18 Tahun 2020, tentang perubahan kedua atas PKPU Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemunggutan dan Penghitungan Suara, disebutkan bahwa kantong plastik berwarna hitam digunakan untuk menampung surat suara yang telah dicoblos di TPS bergerak.
"Di TPS kan masih melayani pemilih DPT, sementara kotak suara hanya satu jadi kami sediakan plastik putih dan hitam. Yang putih untuk membawa surat suara yang belum dicoblos, sementara plastik hitam untuk yang sudah dicoblos, ini untuk menjaga kerahasiaan pemilih," terang Firman. "Setelah sampai di TPS, barulah nanti digabung di kotak suara, kemudian dihitung," jelas Firman lagi. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur