Melalui fitur instastory dan berbagai komentar bernada provokatif, akun yang pemiliknya dilaporkan ke polisi oleh Pemkot Samarinda ini, sukses membuat warganet Kota Tepian sebutan Samarinda, geram.
Sejumlah klaim, disebutkan akun ini, seolah-olah semuanya adalah hal yang benar.
Parahnya, itu semua berkaitan dengan kebijakan Pemkot Samarinda, menutup sejumlah tempat usaha kuliner, di Kawasan Citra Niaga, dan Tepian Mahakam.
Berikut, Korankaltim.com merangkum deretan klaim akun tersebut, beserta konfirmasi langsung dari pihak terkait, yang ikut dibawa-bawa.
1. Klaim Penutupan Citra Niaga dan Tepian Mahakam, untuk membalaskan dendam anak Sekdakot Samarinda Sugeng Chairuddin, yang tak diberi lapak.

Klaim ini, disampaikan akun @akun_samarinda_asli dalam sebuah unggahan instastory, pada 21 September 2020.
"Mantab bro, tim wartawan akun akun kota Samarinda. Kita harus berhasil menaklukkan citra balaskan dendam pak sekda yang anaknya nda dapat tempat buka di sana," tulis akun tersebut.
Korankaltim.com, memastikan langsung hal ini, ke Sugeng. Sambil tertawa, dan wajah terheran-heran, Sugeng menampik hal ini.
“Adik-adik yang berjualan di Citra Niaga ini kan temannya anak saya semua. Pasti tahulah bagaimana anak saya,” ujar Sugeng dalam audiensi virtual dengan para pelaku usaha di Citra Niaga, Selasa (22/9/2020) sore.
Hal itu, dibenarkan salah seorang pemilik kedai di kawasan Citra Niaga, Andrey Mochammad. Pemilik Kedai Burger Aga Khan ini, mengaku kenal dengan anak bungsu Sugeng, dan menyebut kalimat Sekda Samarinda tersebut memang benar. Ia menerangkan bahwa rekannya tak pernah memiliki niatan ingin membuka kedai di kawasan Citra Niaga.
“Saya ini dulu satu sekolah waktu di SMA. Dia (anak Sugeng) memang nggak pernah ada omongan mau buka kedai,” sebut Andre.
Namun terlepas dari itu semua, Andrey meminta agar pemangku kebijakan bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan. Pasalnya ia mengklaim bahwa selama ini, kedai yang dimilikinya selalu menerapkan protokol kesehatan seperti yang sudah dianjurkan.
2. Klaim sebagai bagian dari Satpol PP dan BPBD Samarinda

Masih melalui unggahan instastory pada 21 September 2020. Akun @akun_samarinda_asli membuat kesan, seolah-olah mereka adalah bagian dari BPBD Samarinda dan Satpol PP Samarinda.
"Kita rayakan di kantin Pemkot Atas aja gaes..tagihan ke Pak Hendra BPBD Kota, bravo," tulis akun itu.
Lalu pada kolom komentar sebuah unggahan akun berbagi informasi, akun itu terlibat perang komen, dan menuliskan kalimat provokatif lainnya.
"Apa kamu, kelahi kah kita Nj***. Datangin kami ke kantor satpol. Kalo kuhambur tepian,"
Hal ini pun, dibantah oleh pihak Satpol PP Samarinda. Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman Masyarakat dan Ketertiban Umum Satpol PP Samarinda, Yosua laden mengecam keras atas tindakan itu.
"Untuk verifikasi akun tersebut tidak berafiliasi dengan Satpol PP," terangnya.
Namun ia menambahkan ketika dikemudian hari ternyata ditemukan anggotanya yang memiliki keterkaitan, tentu ia tak segan melakukan tindakan sesuai dengan ketentuan hukum.
Dikonfirmasi terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Samarinda Hendra, saat dikonfirmasi terkait namanya yang juga dicantumkan pada postingan akun sosmed tersebut menanggapi dengan tidak gegabah
"Menanggapinya ya biasa, mungkin itu luapan emosi dari seseorang, dan tidak benar kalo saya yang mau traktir itu," sebutnya saat dikonfirmasi.
3. Klaim berafiliasi dengan Mahakam Lampion Garden

Dalam melancarkan aksinya, akun yang belum diketahui pemiliknya itu, melibatkan banyak sekali pihak yang seolah-olah, mendapatkan keuntungan atas kebijakan penutupan sementara Citra Niaga dan Tepian Mahakam, karena diterapkannya pembatasan aktivitas untuk menekan laju penularan Covid-19.
Selain pejabat, nama Mahakam Lampion Garden sebuah wahana wisata di kawasan Tepian Mahakam, turut dibawa.
"Selamat siang para warga, yang biasa nongkrong di Tepian Mahakam, mulai Rabu besok wajib pindah nongkrong kita ramaikan MAHAKAM LAMPION GARDEN
Ini perintah langsung dari Pak Sekda," tulis akun itu.
Korankaltim.com, mengonfirmasi Pengeloa Mahakam Lampion Garden (MLG) Dian Rosita. Melalui pesan singkat, Dian mengaku tidak tahu menahu terkait hal ini.
Tapi, Dian justru menganggap hal ini sebagai hal yang lucu.
"Hahaha, biasa MLG selalu kena badai," ujarnya melalui pesan singkat, Rabu (23/9/2020).[]
Tim Penyusun :
Naskah :
1. Permata S Rahayu
2. Claudius Vico
Foto : Ranti Nancy Palinggi
Editor : Rusdianto