Berdasarkan data yang dihimpun pihak RS Hermina jelas Douglas, setidaknya tim medis mereka sudah memberikan pelayanan kepada pasien yang statusnya ODP (Orang Dalam Pemantauan). Jumlahnya pun cukup banyak, mencapai 63 pasien. Namun, dari jumlah pasien yang dilayani tersebut, tak semuanya rawat inap, melainkan rawat jalan saja. Artinya, pasien rawat jalan ini adalah pasien yang datang berobat dan tidak menunjukan gejala serius terpapar Covid-19.
“Tapi sempat ada lima pasien ODP yang memang belum diperiksa swab yang kami rawat di sini (RS Hermina) karena ada menunjukan gelajala pneumoni, tapi sekarang sudah tinggal dua pasien saja,” jelas Douglas, Selasa (14/4/2020).
Menurutnya, untuk menangani pasien dengan gejala Covid-19 ini, pihak rumah sakit sudah membentuk tim medis terdiri dari tiga dokter dibantu 12 perawat. Mereka bekerja dengan sistem sift atau bergantian tugas dalam 24 jam.
Dikatakan Douglas, pihaknya pun terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Samarinda termasuk dengan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Syahranie jika memang menemukan pasien yang menunjukan gejala serius untuk segera dirujuk ke rumah sakit rujukan guna mendapatkan perawatan.
Dalam menangani pasien Covid-19 ini jelas Douglas, pihaknya mengaku mengalami sedikit kendala, khususnya untuk Alat Pelindung Diri (APD) yang biasa digunakan untuk tim medis seperti dokter dan perawat.
Oleh karena itu, dia mengaku sangat terbantu dengan banyak pihak yang sudah menyumbangkan APD untuk tim medis RS Hermina. “Kami kemarin menerima sumbangan APD dari Dharma Wanita DPRD Kaltim, ada juga bantuan APD dari alumni Unmul,” jelasnya menambahkan.
Disinggung mengenai stok persediaan obat-obatan khusus pasien Covid-19, Douglas mengatakan, persediaan masih cukup. Terlebih RS Hermina jelasnya adalah rumah sakit jaringan yang kini jumlahnya mencapai 40 RS yang tersebar disejumlah daerah. Artinya, semua kebutuhan obat-obatan di RS Hermina yang ada di daerah akan dipasok dari RS Hermina pusat. (*/mr220)