Setelah pembukaan langsung dilanjutkan dengan pleno pertama pembahasan tata tertib dan jadwal acara. Kemudian keesokan harinya, akan dilanjutkan dengan agenda sidang-sidang dan pleno-pleno lain. “Minggu sore kita upayakan selesai dan malamnya langsung bisa penutupan,” tukasnya.
Alhasani juga memastikan, tidak akan ada penundaan lagi untuk Musda Golkar kali ini. Pasalnya, jadwal tersebut sudah ditetapkan DPP. Kata dia, penundaan Musda beberaap hari lalu, dikarenakan masih ada beberapa hal yang belum selesai, sehingga membuat DPP meminta kepada panitia untuk menunda pelaksanaannya.
“Yang ini sudah tidak akan ditunda, karena sudah dijadwalkan. DPP juga sudah memastikan untuk hadir. Mudah-mudahan tidak akan tertunda lagi, karena panitia sudah dua kali berkoordinasi untuk sistem keamanan,” terangnya.
Permasalahan yang mendasari penundaan Musda yang harusnya berlangsung beberapa hari lalu itu sudah diselesaikan semua. “Sudah selesai, dan memang cukup banyak penyebabnya. Mulai dari masalah pelaksanaan, juga masalah tempat. Hari ini (kemarin, Red) kita siapkan lagi, Jumat sore kita gladi bersih,” tuturnya.
Selain itu dirinya menampik isu penundaan Musda lalu didasari salah satunya, karena belum clear-nya kesepakatan pencalonan. Menurutnya, untuk persoalan itu, di luar dari proses pelaksanaan Musda. “Itu hak prerogatif, karena kita tidak membatasi mereka (peserta, Red) untuk melakukan lobi-lobi. Di situlah kesepakatan yang sebenarnya,” ungkapnya.
Disinggung soal kemungkinan aklamasi dalam Musda, itu akan ada pada saat Musda nanti. Ia juga mengatakan, semua keputusan tergantung pada pemilik suara. Baik voting ataupun aklamasi, ia berharap agar Musda tetap berjalan lancar. “Terserah mereka, mau aklamasi ya silakan, voting silakan, musyawarah mufakat juga silakan saja. Yang jelas, saya berkeyakinan pelaksanaan Musda ini aman, damai, dan kondusif,” sebut Alhasanie. (*)
Penulis: */Maruly
Editor: Aspian Nur