Perbaikan permukaan jalan tersebut akan dilakukan juga dengan mencakup perbaikan pada median jalan. Pasalnya menurut pantauan awak media, sejumlah beton yang digunakan sebagai bahan median jalan, nampak berjatuhan hingga ke badan jalan. Hero pun menyebut untuk hal-hal seperti itu, pihaknya sudah menurunkan personel untuk minimal menyingkirkan beton agar tak membahayakan para pengguna jalan. “Kalau yang begitu sudah kami pinggirkan, kami naikkan lagi yang masih bisa dipakai. Kalau yang rusak ya kami singkirkan,” lanjutnya.
Sementara Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Samarinda, Denny Alfian mengatakan bahwa pihaknya saat ini akan melakukan survei terlebih dahulu, sehingga berapa ruas jalan yang rusak, dan jenis kerusakannya harus dihitung terlebih dahulu, agar sesuai dengan anggaran yang disiapkan. Denny pun menyebut anggaran perbaikan jalan memang sudah ada dalam instansinya.
“Iya kita kan memang ada anggaran perbaikan, termasuk untuk jembatan dan flyover itu,” kata Denny.
Sistem perbaikan jalan nanti menyesuaikan dengan bahan baku jalan yang ada. Untuk jalan yang kerap mengalami kerusakan karena banjir, biasanya terbuat dari material aspal. Sehingga untuk daerah yang berlubang, Denny menyebut pihaknya akan menutup lubang dengan batu terlebih dahulu sebelum akhirnya dilapisi dengan aspal. “Bisa juga dengan semen. Kita lihat dulu jenis-jenisnya,” tutup Denny. (*)
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur