“Tidak mesti dibentuk segi empat. Dimana - mana aliran air harus bertemu dengan arus biar mengalir lancar,”ucap Saiful.
Alasannya di satu sisi tersebut dibentuk segi empat, dikarenakan pihak Pemprov tidak mau memberikan sedikit tanah miliknya. Padahal, yang dibutuhkan tidak sampai satu meter.
“Tidak mungkinlah pihak Pemprov tidak mau memberikan sedikit tanahnya untuk kepentingan umum. Apalagi masalah pengendalian banjir. Itu yang disampaikan oleh konsultannya dan ini cuman alasan yang dicari- cari saja tetapi tidak melihat fungsinya,” kata Saiful.
Maka dari itu, ia menilai kelemahan Pemkot sangat lemah, terutama dalam perencanaan. Seharusnya selektif dan melihat ke lapangan keadaan sebenarnya. “Jadi tidak berdasarkan perencanaan. Dikhawatirkan, apa yang sudah dibangun tidak maksimal fungsinya. Memang dibangun tapi tidak maksimal,” terangnya.
Lanjut dia mengatakan, dari segi pengawasan juga harus dikontrol. “Supaya apa yang dibangun nantinya tidak bermasalah di kemudian hari. Jangan hanya mengikuti kemauan dari konsultan,” ungkapnya. (sn318)