Koordinator UKM Kuliner Samarinda, Ahmad Eka Bayu mengatakan kenaikan harga ayam sudah berlangsung dua bulan belakangan ini. Tentunya sangat berimbas bagi pelaku usaha.
“Sekarang ini kami memutar - mutar stok ayam yang ada saja, kalau habis, ya kami tutup sementara. Yang mana harga ayam saat ini menebus bagi pemilik usaha makan Rp 41-45 ribu pe rekor. Sedangkan ke konsumen rumah tangga mencapai Rp 80-100 perekornya,” terang Eka.
Ia mengaku akibat kelangkaan ayam tersebut para pemilik usaha saling berebutan membeli ayam di pasar. Meskipun mereka memiliki langganan pedagang ayam dipasar.
“Sudah ada beberapa rumah makan yang tutup sementara. Dan ini sangat berdampak pada perekonomian. Apalagi kelangkaan dan kenaikan ayam akan berlangsung hingga akhir tahun,” katanya lagi.
Melihat fenomena hal inipun. Eka bersama dengan pelaku usaha lainnya melakukan petisi dan akan menyampaikan ke DPRD Kota Samarinda dan Dinas Perdagangan serta Dinas Pasar.
“Sudah ada 15 pelaku UKM yang tergabung dalam petisi ini. Ya, kemungkinan akan bertambah kalau melihat gejolak di lapangan. Kami pun akan melakukan audensi dengan Walikota,”paparnya.
Ia berharap dari pemerintah dapat memperhatikan persoalan ini. Karena sangat berimbas ke usaha dan tentunya akan menambah jumlah pengangguran.
“Bisa dibayangkan kalau ada 100 rumah makan yang tutup. Pemerintah akan membuat jumlah pengangguran bertambah. Bukan kah ada UKM ini dapat membantu menyerap tenaga kerja cukup baik. Kalau pemerintah tidak bisa menjaga suplai dan mengatasi ini, kami menganggap pemerintah sudah gagal,” ungkapnya. (sn318)