Menanggapi hal ini Anggota DPRD Samarinda Komisi III Guntur mengatakan pihak dari dewan tidak pernah henti - hentinya menyarankan ke pihak eksekutif untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas.
Ia mencontohkan, bangunan kantor camat, lurah, sekolah - sekolah serta beberapa jembatan.
“Itu semua kan prioritas, kalau dihapus tertunda lagi apalagi itu fasilitas umum. Kalau untuk jembatan di Muang sama Jembatan Bungku di Palaran itu belum selesai semua termasuk beberapa pasar,” jelas Guntur, Selasa (12/6).
Politikus Partai Demokrat tersebut menyebut setiap pertemuan dengan OPD terkait selalu menekankan untuk menyelesaikan beberapa kegiatan proyek yang tertunda.
“Sebagian proyek tersebut sudah dikerjakan di APBD Murni termasuk pembangunan SD Negeri 05 Samarinda Seberang itu proses lelangnya sudah selesai dan tengah tahap proses lelang Pasar Baqa senilai Rp 5 Miliar,” terangnya.
Lanjut dia, jika memang dari Pihak Pemkot di APBD Perubahan ada beberapa kegiatan yang dihapus. “Harus dilihat dulu, apa benar anggaran defisit atau bagaimananya. Untuk itu perlu adanya pertemuan pihak eksekutif dan legislatif membahas apa benar defisit apa tidak. Sehingga harus menghapus beberapa kegiatan yang diajukan,” sambung Guntur.
Ia pun menyampaikan jangan sampai ini menjadi akal - akalan saja. “Masa sih setiap tahun yang dibahas hanya defisit terus. Makanya harus bertemu dulu nanti bisa dilihat disitu anggarannya defisit atau tidak,” tegas Guntur mengakhiri. (sn318)